Kamis, 11 April 2013

SOAL MATEMATIKA Sesuai SKL (Insya Allah)

OK teman-teman.Aku punya soal lagi. SOAL MTK yang Insya Allah ini sudah sesuai SKL yang ada.Teman teman bisa download disini Klik disini.....
TETAP SEMANGAAT!!!  :) ;)


Rabu, 10 April 2013

Gangguan pada Sistem Ekskresi Manusia



1. Gangguan Fungsi Ginjal

Kelainan pada ginjal dan hormone tertentu dapat mengakibatkan terganggunya proses dan sistem ekskresi. Gangguan tubuh tersebut antara lain sebagai berikut.

        a.)Nefritis
Nefritis terjadi akibat infeksi kuman, misalnya bakteri Streptococcus, pada nefron (glomerulus).kuman ini masuk melalui saluran pernapasan kemudia dibawa oleh darah ke ginjal. Akibat infeksi ini, glomerulus mengalami peradangan sehingga protein dan sel-sel darah yang masuk bersama urin primer tidak dapat disaring dan keluar bersama urin. Selain itu dapat mengakibatkan uremia, yaitu urea yang masuk dalam darah melebihi kadar normal. Terdapatnya urea di dalam darah mengakibatkan penyerapan air terganggu, selanjutnya air akan tertimbun di kaki atau organ tubuh lain.
b)Diabetes melitus
Diabetes mellitus (kencing manis) disebabkan karena kadar hormone insulin di dalam tubuh sangat rendah. Akibatnya proses perombakan glukosa menjadi glikogen terganggu, dan karenanya gukosa dalam darah meningkat. Meningkatnya glukosa tidak mampu diserap kembali seluruhnya sehingga glukosa tersebut akan diekskresikan bersama urin.
c)Diabetes insipidus

Seseorang dapat terserang penyakit diabetes insipidus apabila di dalam tubuhnya kekurangan hormone antidiuretik (ADH). Masih ingatkah kalian apa fungsi homron ini? Karena kekurangan hormon ADH, volume urin yang dihasilkan jauh melebihi normal, bahkan dapat encapai 30 kali dari volume urin normal. Penderita sering buang air kecil.
d)Albuminuria

Penyakit albuminuria terjadi karena kegagalan proses penyaringan, khususnya dalam menyaring protein. Akibatnya protein (albumin) lolos dalam penyaringan, sehingga ditemukan dalam urin.
e)Batu ginjal

Penyakit batu ginjal terjadi karena adanya endapan di dalam rongga ginjal (pelvis renalisa) atau kandung kemih. Endapan terbentuk dari senyawa kalisum dan penumpukan asam urat. Kurang minum atau sering menahan keinginan kencing kemungkinan besar dapat mengakibatkan terbentuknya batu ginjal. Kelainan metabolisme sehingga terjadi penumpukan senyawa kalsium dan asam urat juga dapat menjadi penyebab terbentuknya batu ginjal. Batu ginjal yang masih kecil dapat dihancurkan dengan obat-obatan atau sinar laser. Serpihannya dikeluarkan bersama urin. Batu ginjal yang besar dikeluarkan melalui operasi.
f)Anuria
Anuria merupakan kegagalan ginjal sehingga tidak dapat membuat urin. Keadaan ini disebabkan adanya kerusakan di glomerulus. Proses filtrasi tidak dapat dilakukan sehingga tidak ada urin yang dihasilkan.
2. Gangguan fungsi Hati
          
            Hati (liver) merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia. Di dalam hati terjadi proses-proses penting bagi kehidupan kita, yaitu proses penyimpanan energi, pembentukan protein dan asam empedu, pengaturan metabolisme kolesterol, dan penetralan racun atau obat yang masuk dalam tubuh kita. Apabila fungsi hati terganggu maka akan terjadi dampak yang kompleks pada kesehatan tubuh. Berikut akan beberapa gangguan dan kelainan pada hati.
a)Sirosis hati
Sirosis hati merupakan gangguan hati yang disebabkan oleh banyaknya jaringan ikat pada hati. Sirosis hati ini dapat terjadi karena virus hepatitis B dan C yang berkelanjutan. Berkembangnya virus ini dapat dipicu oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, salah gizi, atau penyakit lain yang disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu. Penyakit ini belum dapat disembuhkan. Sementara itu pengobatan yang dilakukan hanya berguna mengobati komplikasi yang terjadi seperti berak darah, perut membesar, mata kuning, serta koma hepatikum.
b)Hepatitis
          merupakan peradangan pada sel-sel hati. Peradangan ini disebabkan oleh virus, terutama virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Pada umumnya penderita hepatitis A dan E dapat disembuhkan, sebaliknya hepatitis B dan C dapat menjadi kronis. Sementara itu hepatitis D hanya dapat menyerang penderita yang telah terinfeksi virus hepatitis B sehingga kondisi ini dapat memperparah keadaan penderita.                                                                                                                     
c)Kanker hati
          Kanker hati merupakan kelainan hati yang disebabkan oleh berkembangnya sel-sel kanker pada jaringan hati. Kanker ini sebagai komplikasi akhir dari hepatitis kronis karena virus hepatitis B, C, dan hemokromatis.
d)Hemokromatosis
       Hemokromatosis merupakan kelainan metabolisme yang di tandai dengan adanya pengendapan besi secara berlebihn dalam jaringan.Penyakit ini bersifat genetik atau keturunan.

e)Perlemakan hati
         Perlemakan hati merupakan kelainan hati akibat adanya penimbunan lemak yang melebihi 5% dari berat hati sehigga lemak ini membebani lebih dari separuh jaringan hati.Perlemakan hati sering berpotensi menjadi penyabab sirosis hati .kelainan ini dapat di picu oleh knsumsi alkohol yang berlebih.

f)Kolestasis dan Jaundice
          Kolestasis dan Jaundice merupakan akibat terjadinya kegagalan hati dalam memproduksi dan atau pegeluaran empedu.Kolestasis dapat menyebabkan gagalnya penyerapan lemak dan vitamin A,D,E dan Koleh usus,juga dapat menyebabkan terjadinya penumpukan asam empedu bilirubin dan kolesterol di hati.

3)Gangguan fungsi kulit
       
             Kelainan dan penyakit yang berhubungan dengan kulit sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.Ada penyakit yang tidak berbahaya bagi tubuh dan ada juga penyakit yang berbahaya bagi tubuh.berikut ini akan di paparkan beberapa penyakit kulit yang ada pada manusia.

      a)Eksim (Dermatitis)

                Gejala utama yang dirasakan penderita eksim adalah rasa gatal yang berlebihan pada kulit. Lalu disertai dengan kulit memerah, bersisik dan pecah-pecah, timbul gelembung-gelembung kecil mengandung air atau nanah. Tangan, kaki, lipatan paha dan telinga adalah bagian tubuh yang paling sering terkena eksim. Eksim terbagi menjadi dua, yaitu eksim kering dan basah. Pada eksim basah, juga akan terasa panas dan dingin yang berlebihan pada kulit.Eksim disebabkan karena alergi terhadap rangsangan zat kimia tertentu seperti yang terdapat dalam detergen, sabun, obat-obatan dan kosmetik, kepekaan terhadap jenis makanan tertentu seperti udang, ikan laut, telur, daging ayam, alkohol, vetsin (MSG), dan lain-lain. Eksim juga dapat disebabkan karena alergi serbuk sari tanaman, debu, rangangan iklim, bahkan gangguan emosi. Penyakit ini sering terjadi berulang-ulang atau kambuh. Oleh karena itu harus diperhatikan untuk menghindari hal-hal atau bahan-bahan yang dapat menimbulkan alergi (alergen.) Pada beberapa kasus, eksim akan menghilang seiring dengan pertambahan usia penderita.

       c)Campak (Rubella)

             Merupakan penyakit akut menular yang disebabkan oleh virus. Biasanya menyerang anak-anak. Gejala awal campak adalah demam, pilek, bersin, badan terasa lesu, sakit kepala, nafsu makan menurun drastis dan radang mata. Setelah beberapa hari dari gejala tersebut timbul ruam merah yang gatal, bertambah besar, tersebar ke beberapa bagian tubuh.

e)Jerawat

                 Berdasarkan penelitian, sekitar 80 persen dari seluruh manusia pernah memiliki jerawat. Jerawat sebagai salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri yang tumbuh di kulit dan menghubungkan pori-pori dengan kelenjar minyak di bawah kulit. Jerawat dapat berkembang jika pengobatan tidak dilakukan di tahap awal kemunculannya. Jerawat tidak hanya tumbuh di wajah, namun juga bisa tumbuh di bagian tubuh lain terutama punggung.
 Ada tiga tipe jerawat, yaitu: 1. Komedo 2. Jerawat biasa 3. Cystic Acne (Jerawat Batu/Jerawat Jagung)                                               

4)Gangguan pada fungsi Paru-paru

Kelainan Pada Paru-Paru
Kelainan-kelainan pada paru-paru, diantaranya adalah:

a)Asma
          Asma atau sesak nafas, yaitu kelainan yang disebabkan oleh penyumbatan saluran pernafasan yang diantaranya disebabkan oleh alergi terhadap rambut, bulu, debu atau tekanan psikologis.

b)Kanker Paru-Paru
             Kanker Paru-Paru, yaitu gangguan paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Penyebab lain adalah terlalu banyak menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum dan radiasi ionisasi. Kelainan ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru.

 c)Emphysema
             Emphysema, adalah penyakit pembengkakan paru-paru karena pembuluh darahnya terisi udara.

Sabtu, 10 November 2012

SELAMAT HARI PAHLAWAN :D









SELAMAT HARI PAHLAWAN
HAPPY HEROES DAY
Semoga kita dapat meneladani dan mendapatkan manfaat dari jasa para pahlawan kita 


 Berikut kata" dari pahlawan kita :
  1. Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus. (Jenderal Sudirman)
  2. Right or wrong my country, lebih-lebih kalau kita tahu, Negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru itu pula kita wajib memperbaikinya. (Prof. Dr. R. Soeharso)
  3. Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya. (Nyi Ageng Serang)
  4. Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan, ataupun gaji yang tinggi. (Supriadi)
  5. Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri. (Prof. Moh. Yamin, S.H.)
  6. Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa jika memang mau berjuang. (Abdul Muis)
MERDEKA!!!!

Kamis, 18 Oktober 2012

Upacara Adat Jawa



Ada banyak adat istiadat Jawa, sejak ibu mulai hamil, melahirkan anak, anaknya menikah, sampai seseorang meninggal. Desa mawa cara, negara mawa tata ; artinya, setiap desa mempunyai cara sendiri-sendiri, setiap negara mempunyai aturan sendiri-sendiri. Ada variasi atau perbedaan dari berbagai upacara antar daerah.
Umumnya, Adat Jawa dilakukan dalam bentuk syukuran, untuk mengucapkan rasa syukur pada Tuhan YME, yang terdiri atas:
1. Syukuran saat seorang wanita mulai hamil.
2. Syukuran  pada bulan ke dua, ke empat dan ke tujuh kehamilan
3. Syukuran tingkeban
4. Syukuran saat bayi lahir
5. Syukuran sepasaran, selapanan, dan puputan
6. Syukuran tedak siten
7. Khitanan

1. Syukuran saat seorang wanita mulai hamil .
Pada saat seorang wanita terlambat haidnya, diadakan upacara syukuran pada hari weton si wanita. Weton adalah saat lahir seseorang, berdasar Kalender Jawa. Tembung Weton berasal dari tembung metu atau keluar, maksudnya hari lahir.  Jika dalam Kalender Masehi dikenal hari-hari Senin sampai Minggu, maka dalam Kalender Jawa, dikenal hari-hari pasaran, yaitu Kliwon, Legi, Paing, Pon , dan Wage . Orang yang lahir hari Jumat Kliwon, berarti weton nya adalah Jumat Kliwon.

2. Syukuran  pada bulan ke dua, ke empat dan ke tujuh kehamilan
Syukuran bulan ke empat disebut ngupati , atau ngapati (dari kata papat, atau empat) , dan syukuran bulan ke tujuh disebut mitoni (dari kata pitu atau tujuh), tingkeban , atau nuju bulanin (Bahasa Betawi).
Selain bersyukur pada Tuhan, upacara syukuran itu juga dimaksudkan untuk mohon doa dan  berbagi rasa bahagia pada saudara, sahabat, dan tetangga. Bentuk rasa syukur, tergantung niat si empunya hajat. Bisa cukup sederhana, dengan sekedar membagikan bubur abang-putih dan jajan pasar pada kerabat dan tetangga; bisa juga dengan membagikan sega gudangan , bahkan mengundang kerabat dan tetangga, dan menjamunya dengan hidangan yang pantas. Semua upacara,selalu diawali dan diakhiri dengan doa.
Dalam hadist dinyatakan, bahwa ruh manusia ditiupkan pada hari ke 120, atau pada umur kehamilan empat bulan. Di beberapa tempat, tumbuh dan berkembang tradisi baru, yaitu pengajian dan pembacaan doa pada umur kehamilan empat bulan.

3. Syukuran tingkeban
http://posyandu.org/images/stories/animasi-natur/ani-kapsul-afrika.gifUpacara ini, biasanya dilakukan hanya pada kehamilan yang pertama.  Urutan upacaranya adalah seperti berikut.
3.1. Siraman calon ibu.
Mula-mula disiapkan air yang di dalamnya sudah diisi dengan kembang setaman .  Calon ibu memakai kain batik yang dililitkan (kemben ) pada tubuhnya..Dalam posisi duduk, calon ibu mula-mula disirami oleh suaminya, lalu oleh orang tua dan sesepuh lainnya. Maksud upacara ini adalah untuk mencuci semua kotoran, dan hal-hal negatif lainnya.
3.2.Tlisipan endog ayam .
Setelah siraman, calon ayah memasukkan endog ayam (telur ayam) (kampung) di bagian dada dari kain yang dikenakan calon ibu, lalu mengurutkannya ke bawah, sampai ke luar. Ini melambangkan permohonan, agar bayi lahir dengan lancar dan selamat.
3.3. Santun busono
Santun berarti berganti, busono adalah pakaian. Calon ibu secara bergantian memakai (melilitkan pada tubuh) 7 (tujuh) kain batik, yang berbeda coraknya. Ini melambangkan, bahwa ibu calon bayi sadar, bahwa dalam membesarkan dan mendidik anak nantinya, akan dijumpai berbagai corak kehidupan. Corak batik yang dipakai urut, mulai dari yang terbaik sampai terjelek, yaitu 1) sidoluhur, 2) sidomukti, 3) truntum, 4) wahyu tumurun, 5) udan riris, 6) sido asih, 7) lasem.
Setiap memakai corak kain, si calon ibu berlaku seperti peragawati di depan para tamu. Pada saat memakai sidomukti sampai sido asih, para tamu mengatakan “Bagus, tapi tidak cocok”, atau “Mahal tapi tidak serasi”, tetapi pada saat memaki corak yang paling sederhana, yaitu lasem, para tamu mengatakan:” Sederhana, tapi cocok”, “Biasa-biasa, tapi karena yang memakai cantik, ya serasi”. Ini melambangkan, doa agar si bayi nantinya menjadi orang yang sederhana.
Angka 7 melambangkan 7 lubang tubuh (2 di mata, 2 di telinga, 1 di mulut, 1 di dubur, dan 1 di alat kelamin), yang harus selalu dijaga kesucian dan kebersihannya. Ada pengertian lain dari angka 7 ini yang disebut keratabasa . Angka 7, dalam Basa Jawa disebut pitu , keratabasa dari pitu-lungan (pertolongan).
3.4. Nyigar klapa gading
Selanjutnya, ibu dari si calon ibu menyerahkan kepada si calon ibu, dua butir kelapa gading, yang masing-masing telah digambari Dewa Kamajaya dan Dewi Ratih, atau Arjuna dan Sembodro. Gambar tokoh wayang melambangkan doa, agar nantinya si bayi jika laki-laki akan setampan Dewa Kamajaya atau Arjuna, dan jika wanita secantik Dewi Ratih atau Sembodro. Kedua dewa dan dewi ni merupakan lambang kasih sayang sejati. Oleh si calon ibu, kedua butir kelapa diserahkan pada suaminya (calon bapak), yang akan membelah kedua butir kelapa gading menjadi dua bagian dengan bendo .  Ini melambangkan, bahwa jenis kelamin apa pun, nantinya, terserah pada kekuasaan Allah.
3.5. Dodol dawet lan rujak
Pada awal upacara, para tamu diberi duwit kreweng . Kreweng adalah genting yang dipecah. Sekarang, ada duwit kreweng yang dibuat khusus yang  ornamennya, yang dijual di pasar-pasar tradisional.  Beberapa perias penganten juga menyediakan uang kreweng ini. Kemudian, para tamu membeli dawet dan rujak , yang melayani (menjual) adalah si calon ibu dan calon ayah. Si calon ibu melayani pembelinya, sedang si ayah menerima uang untuk disimpan. Jual beli dawet dengan duwit kreweng , melambangkan doa agar lancarlah  rejeki yang akan diterima, dan niat calon ibu dan ayah untuk bersama-sama menyimpan kekayaan..
3.6. Kembul bujana
Kembul adalah bersama-sama, sedang bujana adalah makan, maksudnya makan bersama. Lazimnya disediakan nasi tumpeng. Ini merupakan acara akhir dari tingkeban .

4. Syukuran saat bayi lahir
Dalam tradisi Islam, pada setiap bayi yang lahir, ayahnya membisikkan adzan di telinga kanan bayi, dan iqomat di telinga kirinya. Jadi, suara yang pertama kali didengar adalah suara illahiah.
Setelah bayi lahir,  ari-ari (plasenta) dicuci bersih, dan diamati dengan seksama untuk memeriksa, mungkin ada bagian ari-ari yang tertinggal di rahim (robek). Setelah itu, ari-ari dibungkus dengan kain putih, lalu dimasukkan ke dalam kendil (periuk). Kendil diisi juga uba rampe , yaitu: kembang setaman , minyak wangi, kunyit, garam, jarum jahit, benang, kemiri, ikan asin, sirih yang digulung, dan alat tulis (pensil, buku tulis).  Lalu kendil ditutup, kemudian ditanam, biasanya di depan rumah. Ada juga yang menggantung kendil itu. Setiap malam, selama 40 hari, di atas kendil itu dinyalakan lampu minyak tanah. Sebelum dan sesudah kendil itu ditanam, ayah si bayi memanjatkan doa.

5. Syukuran sepasaran, selapanan, dan puputan
Syukuran sepasaran dan selapanan dilaksanakan saat bayi berumur 5 dan 35 hari, syukuran puputan dilaksanakan pada hari setelah tali pusar bayi lepas (putus).
Pada saat bayi puput , orang tuanya memberi nama pada anaknya. Mestinya dipilih nama yang indah dan mengandung doa. Biasanya, tali pusar yang putus itu dikeringkan, dibungkus kain putih, lalu disimpan.
Di beberapa tempat, orang tua bayi mengirimkan berkatan , yaitu makanan (nasi dan lauk pauk) di dalam besek (sekarang doos) pada kerabat dan tetangga, disertai secarik kertas bertuliskan nama anaknya dan permohonan doa
Dalam  Islam disyariatkan pada hari ke tujuh dilakukan potong rambut bayi, sekaligus pemberian nama. Ada juga orang tua yang meng-aqiqahkan anaknya pada saat masih bayi.

6. Syukuran tedak siten
Tedak berarti turun, dan siten berasal dari kata siti , yang berarti tanah. Dalam tradisi Jawa, saat seseorang menginjakkan kakinya pada bumi, Sang Ibu Pertiwi, untuk pertama kalinya, amatlah penting.
Upacara ini dilakukan pada saat bayi berumur pitung lapan , atau 7 lapan, atau 7 X 35 hari, dijatuhkan pada hari weton si bayi; jika bayi lahir pada Senin Kliwon , maka tedak sitennya dilaksanakan pada Senin Kliwon juga.
Uba rampe yang disiapkan adalah:
1. Jadah (ketan sudah dimasak, lalu ditumbuk), 7 warna, yaitu: hitam, merah, putih, kuning, biru, hijau, dan ungu. Setiap warna, ditempatkan dalam piring kecil, lalu ditempatkan membentuk garis lurus menuju kurungan ayam.
2.  Tangga yang dibuat dari tebu wulung (kulitnya berwarna wulung , ungu), dengan 9 anak tangga; tangga ini disandarkan pada kurungan ayam. Dipilih angka 9, karena merupakan angka maksimum. Tebu wulung merupakan singkatan ‘ante ping kalbu wu juding lelung an’.
3.  Kurungan ayam, yang dihias secukupnya, di dalamnya berisi barang kebutuhan sehari-hari, misalnya alat tulis, uang, mainan anak, dan sebagainya
4.  Kembang setaman , dimasukkan ke dalam bokor yang berisi air.
5.  Beras kuning yang dicampur uang receh (koin)
6.  Tumpeng, bubur abang putih , dan jajan pasar
Urutan upacara adalah seperti berikut.
  1. Dengan dituntun ibunya (Jawa dititah atau ditetah ), si bayi menginjakkan kaki pada jadah aneka warna, menuju tangga tebu wulung , langsung menaiki tangga itu. Upacara menginjak jadah aneka warna ini melambangkan, bahwa si ibu mendidik anaknya mengarungi samudera kehidupan yang beraneka warna; si ibu juga membimbing anaknya menaiki tangga tebu, agar anaknya mampu meningkatkan harkat dan martabatnya..
  2. Kurungan ayam dibuka, si bayi dimasukkan ke dalamnya, lalu kurungan ditutup lagi. Biarkan si bayi mengambil barang-barang atau permainan yang ada di dalamnya. Benda apa yang diambil si bayi, dianggap apa yang menjadi cita-citanya. Jika si bayi mengambil uang, dianggap ia akan bekerja di bank, jika mengambil alat tulis, dianggap ia akan menjadi cerdik pandai.
  3. Setelah itu,bayi dimandikan atau cuci muka dengan air kembang setaman .
  4. Beras kuning ditaburkan, di sekitar kurungan. Para tamu boleh merebut atau mengambil uang recehnya. Ini melambangkan, semoga setelah dewasa, si bayi mempunyai sifat dermawan, suka memberi.
  5. Terakhir adalah kembul bujono.
Pada syukuran-syukuran itu, lazimnya disajikan nasi tumpeng, bubur merah putih, dan jajan pasar. Setelah doa, tumpeng dimakan bersama. Ada juga yang mengirimkan nasi gudangan ke tetangga.

7. Khitanan
Zaman dulu, ada yang dinamakan tetesan , yaitu memotong sebagian klitoris organ kelamin anak perempuan, pada saat dia berumur 8 tahun (1 windu). Lalu, berubah, yang diiris hanya kunyit. Sekarang, tampaknya tradisi ini sudah hilang sama sekali.
Jika tetesan dilakukan pada anak perempuan, maka khitanan (sunatan ) dilakukan pada anak laki-laki. Umur anak yang dikhitan bervariasi; ada orang tua yang mengkhitan anak lelakinya pada umur  4 tahun; ada juga yang menyerahkan kepada anaknya kapan mau dikhitan.
Ada yang menterjemahkan kata ‘khitanan’ menjadi ‘meng-islam-kan’. Sebenarnya, tradisi khitan bukan hanya ada pada orang Islam, orang Yahudi juga melakukan tradisi ini. Khitanan adalah memotong kulup (praeputium ) yang ada di ujung alat kelamin anak laki-laki. Khitanan ini baik bagi kesehatan karena alat kelamin menjadi selalu bersih.
Khitanan dapat dilakukan oleh juru khitan, atau dukun sunat; sekarang dilakukan oleh petugas medis (dokter), dan paramedis (mantri). Di kota-kota, dijumpai ‘khitan center’.
Khitanan dapat dilakukan di rumah, di rumah sakit, klinik, atau khitan center. Bahkan, ada juga khitanan masal.
Ada berbagai variasi upacara khitan; ada yang sekedar ke klinik, lalu pulang, selesai. Ada juga yang lebih rumit; anaknya memakai pakaian kejawen (dari blangkon sampai nyampingan), ada acara sungkeman, dan sebagainya.
Kiranya, urutan upacara dan ramainya upacara khitanan, tergantung pada orang tua si anak.
Catatan
  1. Bubur abang putih atau bubur merah putih , terbuat dari nasi yang ditanak dengan gula jawa (gula merah).
  2. Jajan pasar , yaitu kudapan yang lazim dijual di pasar (tradisional), misalnya getuk, ubi rebus, ketela rebus, kentang hitam, dan sebagainya Membuat jadah 7 warna, dengan cara memakai pewarna makanan pada saat menanak ketan, bukan pewarna tekstil. Untuk warna hitam, dapat juga dipakai air yang dicampur abu merang (landa ); warna merah, dengan gula merah, warna kuning  dengan  kunyit, warna hijau dengan perasan daun suji (pandan).
  3. Sega gudangan , yaitu nasi ditambah sayur-sayuran (kacang, bayam, kobis, irisan wortel, dikukus, diurap dengan parutan kelapa), kadang-kadang ditambah ikan asin, telur rebus, tahu goreng, tempe goreng, krupuk.
  4. Sega tumpeng , mirip dengan sega gudangan, tetapi nasinya dibuat berbentuk gunung.
  5. Kembang setaman, t erdiri atas kantil, mawar, melati, kenanga, dan kantil; ada juga yang menambahkan bunga cempaka. Keratabasa kantil adalah kan - ti laku, tansah kumantil , atau selalu bersama-sama. Melati: tansah mela -d, saka njero ati; kenanga: keneng -a, atau capailah. Apa kang binawar (mawar) , saking kedaling lathi (melati), bisa kumantil-kantil (kantil ) ing wardaya , atau apa yang ditawarkan (dinasihatkan) oleh sesepuh, hendaknya selalu diingat.
  6. Dawet, dan rujak, disajikan agar para tamu merasa segar.
  7. Beras kuning dibuat dengan melumat beras mentah dengan air perasan kunyit.